Tips Menggunakan Simple Present Tense

Menerjemahkan merupakan suatu aktivitas dimana seseorang mengungkapkan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa target. Nah, contoh kegiatan sederhana dalam menerjemahkan misalnya pada saat mau menulis status di facebook. Misalnya mau menulis status dalam bahasa inggris, ”aku belajar bahasa inggris” lalu berpikir dan menerjemahkannya dalam pikiran dan terjadilah status ”I am study English” Nah, apakah yang salah dalam kalimat ini?

Artikel ini akan membahas kusus tips menggunakan simple present tense.

Barangkali ada yang pernah melihat kalimat, atau dengan struktur  yang mirip, seperti di atas (mungkin pada salah satu status teman anda di Facebook 😀 *no offense).  OK, kesalahan yang terdapat pada kalimat tersebut adalah pada strukturnya.

Ingat, bahwa struktur dari simple present tense adalah subject + verb1/verb1 (+s/es). Jadi, dalam simple present tense diharamkan untuk menyisipkan kata kerja bantu ‘to be’ (am, is, are) jika kalimat tersebut sudah memiliki ‘main verb’ (kata kerja utama yaitu verb 1 seperti study, learn, go, dll).  Seperti pada contoh diatas, main verbnya adalah ‘study’, jadi tidak perlu menyisipkan kata kerja bantu ‘am’. Ada beberapa cara untuk memperbaiki struktur kalimat di atas:

1. Jadikan simple present tense dengan menghilangkan‘to be’

Ya, jika kita membicarakan sesuatu yang habitual, sesuatu yang berulang, atau kebiasaan, maka pakailah simple present tense. Jadi kalimat di atas akan menjadi: I study English, yang mana berarti anda belajar bahasa inggris secara kontinyu, bisa setiap hari, setiap minggu, ataupun setiap anda kangen pacar.

2. Jadikan present continuous tense dengan mengganti kata kerja utama menjadi kata kerja+ing

Nah, kasusnya berbeda jika yang kita bicarakan adalah sesuatu yang terjadi pada saat ini atau sedang berlangsung, maka gunakan present continuous tense (subject+ am/is/are + verb-ing). Strukturnya akan menjadi: I am studying English.

Namun, perlu diingat bahwa struktur simple present yang salah adalah jika  si verb ‘to be’ (am, is, are) ini diikuti oleh kata kerja (study, work, buy, walk, eat, dll). Apabila verb to be diikuti oleh pelengkap kalimat, maka anda boleh bernafas lega. Contoh-contoh pelengkap kalimat adalah sebagai berikut:

1. Kata benda (noun)

You are a student.

She is my sister.

‘A student’ dan ‘my sister’ disini adalah merupakan frasa kata benda

2. Kata keterangan (adverb)

He is outside.

I am here.

‘Outside’ dan ‘here’ adalah contoh dari kata keterangan

3. Kata depan (preposition)

Tukiyem is in my office.

My book is on the table.

Contoh kata depan lainnya adalah at, under, between, behind, etc

4. Kata sifat (adjective)

Marwoto is angry.

We are young.

Perlu diingat bahwa terkadang menentukan mana yang termasuk kata sifat (adjective) dalam bahasa Inggris bisa sedikit menyesatkan. Apa yang nampak seperti kata sifat jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bisa jadi merupakan sebuah kata kerja dalam bahasa Inggris. Sebagai contoh adalah kata ‘envy’.  ‘Envy’ yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi ‘iri’ nampak seperti sebuah kata sifat, bukan? Namun, kenyataannya, ‘envy’ adalah sebuah kata kerja. Jadi struktur yang benar adalah: I envy you (aku iri padamu), bukan I am envy you. Untuk menghindari kesalahan ini, cara terbaik adalah dengan melihat kamus. Kamus bahasa Inggris (yang lengkap ya, bukan yang lima ribuan) biasanya sudah dilengkapi dengan kelas kata.

Kontributor: Aryadi Jaya (Arya)

Contact us at: info@translationpapersbali.com

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s