Tips Menjadi Juru Bahasa Simultan (Simultaneous Interpreters)

Beberapa bulan lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 2017, HPI Komda Bali mengadakan pelatihan penjurubahasaan (simultaneous interpreting) dengan menghadirkan Handewi Pramesti sebagai instruktur. Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta. Jumlah peserta dibatasi maksimal 16 orang untuk memastikan agar semua peserta mendapat kesempatan berlatih di dalam booth.

Ibu Handewi

Dua peserta yang sedang latihan 🙂

Para peserta pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini pertama kalinya HPI Komda Bali mengadakan pelatihan sejenis ini. Tidak tanggung-tanggung, panitia juga menyewa 2 interpreter booth yang harga sewanya sudah tentu lumayan mahal. Ini demi mengoptimalkan kualitas pelatihan.  Interpreter booth adalah hal yang sangat membantu juru bahasa saat menjalankan tugas. Bayangkan jika interpreter harus bekerja tanpa booth. Tentunya mereka akan memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi saat bekerja.

Untuk menghasilkan real-time interpretation, para juru bahasa simultan memerlukan konsentrasi tinggi. Mereka harus berkonsentrasi dan berpikir cepat. Saat mendengarkan kalimat pertama, mereka harus segera menghasilkan terjemahan lisannya sambil mendengarkan kalimat selanjutnya. Karena itu, idealnya ada minimal 2 interpreter dalam satu booth. Bahkan ada yang membawa tiga interpreter dalam satu booth untuk memastikan interpreternya dapat waktu istirahat sejenak setelah berpikir keras dan memastikan kualitas terjemahan. Idealnya seorang interpreter simultan take turn setelah 15 sampai 20 menit.

Karena kompleksnya pekerjaan ini, tidak semua orang yang bisa berbicara dua bahasa atau lebih dapat melakukan pekerjaan professional simultaneous interpreting. Bahkan, seorang penerjemah yang berpengalaman pun belum tentu mampu melakukan pekerjaan ini dengan baik mengingat kompleksnya keterampilan yang diperlukan selain language skill. Translation dan interpretation adalah dua hal yang berbeda. Translation adalah penerjemahan tulis sedangkan interpretation adalah penerjemahan lisan.

Sama halnya dengan para profesional yang menekuni jenis pekerjaan lain, simultaneous interpreter memerlukan jam terbang dan latihan untuk bisa menjadi lebih mahir. Jika tidak ada sekolah khusus yang menyediakan pelatihan sejenis ini, maka kita bisa berlatih sendiri di rumah dengan menggunakan sarana yang ada.

Tips Menjadi Juru Bahasa Simultan

Berikut adalah ringkasan info yang diperoleh pada saat pelatihan ditambah dengan info dari beberapa sumber.

1.    Melatih kemampuan public speaking

Kemampuan public speaking merupakan kemampuan untuk berbicara di depan umum. Aspek-aspek penting yang tercakup di dalamnya adalah intonasi, volume suara, cara bertutur kata, diksi, dan lainnya. Penampilan juga merupakan faktor yang tidak kalah penting. Hal ini bisa dilatih. Kita dapat merekam suara kita sendiri saat berlatih. Kemudian kita dengarkan, apakah suara kita terlalu keras, cempreng, atau samar-samar tidak jelas. Ini penting sekali karena para peserta rapat, konferensi atau kongres yang menggunakan headset akan mendengarkan suara interpreter.

2.    Melatih penguasaan Bahasa

Seorang interpreter pasangan bahasa Inggris dan Indonesia seyogyanya melatih kemampuannya untuk menguasai kedua Bahasa ini dengan baik untuk menghasilnya interpretasi yang akurat dan natural.

3.    Memahami SIS (Simultaneous Interpretation System)

Apa saja sih komponen dalam SIS ini? Ada interpreter console, microphone, receiver (headsets) dan lain-lain. Jangan khawatir, ada teknisi yang biasanya berjaga saat meeting berjalan. Juru Bahasa simultan (terutama pemula) harus fokus dan memahami arahan dari teknisi saat ia menjelaskan tombol apa yang harus dipencet saat bicara, saat ingin ‘mute’, saat ingin off, saat akan gantian dengan partner. Pastikan agar mic ada pada mode on saat berbicara.

4.    Memahami interpreter’s booth manners

Ini berkaitan dengan perilaku di dalam booth, misalnya tidak berisik saat partner sedang bekerja karena suara berisik tersebut dapat terdengar di headset pendengar. Perlu ada kesepakatan antara 2 interpreter saat ingin take turns (bergantian). Misalnya, dengan memegang pundak, memberi kode dengan tangan, dll, tergantung kesepakatan.

5.    Rajin berlatih

Berikut ini adalah jenis latihan yang dapat dilakukan:

a.    Parroting (A – A language)

b.    A – B Language

c.    B – A Language

d.    Relay practice

Kita dapat berlatih menggunakan video youtube.

6.    Rajin Membaca Berita

Apa saja yang perlu dibaca? Tentunya yang harus dibaca adalah materi. Ini penting sekali. Seberapa jago pun bahasa Inggris seseorang, tetapi jika ia tidak membaca materi dan langsung dihadapkan dengan singkatan-singkatan yang ia tidak ketahui, maka kemungkinan besar ia akan kelabakan. Upayakan untuk mendapat materi dari panitia.

Selain materi, penting sekali untuk rajin membaca untuk mengetahui pekembangan nasional atau internasional, menambah wawasan dan perbendaharaan kata.

7.    Mau belajar dan networking

Belajar adalah syarat mutlak, sedangkan networking adalah hal penting. Talent means nothing without hard work and opportunity.

8.    Have the gut to start

Bagi pemula yang belum berani untuk mengambil pekerjaan penjurubahasaan simultan, the real practice bisa dimulai dengan interpreting jenis lain, misalnya liaison atau consecutive. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Sekian dulu artikel singkat ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya! 😊

 

Kontributor: Luh Windiari

TranslationPapers Bali